Tips Membuat Mie Rumahan

Membuat mie sendiri tentunya membutuhkan lebih banyak persiapan ketimbang membeli langsung jadi. Cara termudah untuk membuat mie rumahan adalah dengan menggunakan mesin pembuat pasta. Bila Anda suka membuat mie rumahan, maka ada baiknya Anda membeli mesin pasta, seperti oxone mesin pasta dll. Selain itu Anda juga dapat menggunakan rolling pin sebagai pengganti mesin pasta. Meskipun menggunakan mesin pasta akan lebih cepat namun tak sedikit pula yang masih menyukai membuat mie dengan rolling pin. Berikut adalah langkah mudah membuat mie rumahan menggunakan rolling pin.

  1. Bahan-bahan yang diperlukan
  • 2 -2 ¼ gelas tepung terigu serbaguna
  • 1/2 sendok the garam
  • 2 kuning telur dan 1 butir telur, kocok perlahan
  • 1/3 gelas air
  • 1 sendok the minyak sayur atau minyak zaitun
  1. Siapkan Adonan

Pada mangkok besar aduk adonan tepung terigu dan garam. Pada mangkok kecil aduk telur kuning dan satu butir telur, air dan minyak. Kemudian, gabungkan kedua adonan dan aduk hingga semua bahan tercampur rata.

  1. Uleni Adonan

Taburi sedikit tepung terigu ke atas adonan. Terus uleni adonan hingga halus dan elastis. Biasanya untuk mencapai elastisitas yang tepat, Anda harus terus menguleni adonan selama 8 hingga 10 menit. Uleni adonan dengan membolak balikannya dan menekan-nekannya dengan pangkal tangan Anda.

  1. Roll the Dough

Bagi adonan menjadi 4 bagian. Kemudian gulung adonan menjadi gulungan yang lebih kecil lalu taburi lagi dengan terigu. Diamkan adonan selama 20 menit.

  1. Potong Adonan Mie

Gulung adonan sehingga menyerupai gulungan spiral. Potong adonan secara melintang selebar ¼ inch. Kemudian lepaskan gulungan potongan sehingga terpisah. Setelah itu Anda dapat segera merebus adonan mie atau simpan adonan mie yang masih kering tersebut dalam kulkas.

  1. Simpan Potongan Mie

Diamkan mie beberapa saat sebelum dimasukkan kedalam kulkas. Biarkan mie mengering sekitar 2 jam. Kemudian simpan dalam wadah kedap udara dan mie dapat Anda simpan selama 3 hari.

7 Tips Bermanfaat Dalam Membuat Roti di Rumah

Apakah Anda adalah penikmat roti dan ingin membuat roti sendiri di rumah? Selama ini, mungkin Anda biasa membeli roti kesukaan Anda. Namun, tahukah Anda bahwa membuat roti ternyata tidak sesulit yang Anda bayangkan. Bahkan Anda dapat membuat roti kesukaan Anda dengan Automatic breadmaker oxone ataupun alat pembuat roti lainnya. Hanya diperlukan keinginan dan beberapa bahan untuk membuat roti sesuai dengan yang Anda inginkan. Apabila Anda sudah terbiasa, membuat roti dapat menjadi salah satu kegiatan baru yang menarik.

  1. Baca petunjuk

Meskipun Anda telah merasa hafal akan semua petunjuk pembuatan roti, namun tak ada salahnya untuk membaca petunjuknya. Diharapkan dengan membaca cara pembuatan Anda tidak akan melewatkan hal-hal penting yang perlu Anda ketahui.

  1. Mulailah dengan Roti Sederhana

Terdapat 4 bahan utama roti yaitu tepung terigu, ragi, air, dan garam. Namun, jangan pernah meremehkan 4 bahan utama ini karena meskipun terlihat sederhana, cara membuatnya belum tentu mudah. Sebaiknya Anda mulai membuat roti seperti challah atau focaccia. Meskipun challah membutuhkan telur serta mentega, tetapi memanggangnya tidaklah terlalu sulit. Begitu pula dengan focaccia.

  1. Persiapkan Semua bahan yang dibutuhkan

Persiapkan semua bahan yang dibutuhkan dan letakkan di atas meja dapur Anda. Dengan ini, Anda pun dapat menghemat waktu Anda.

  1. Beli Alat timbang

Pastikan Anda menimbang seluruh bahan yang akan digunakan. Untuk mendapatkan hasil roti yang baik membutuhkan takaran bahan yang tepat.

  1. Kenali jenis ragi

Gunakan ragi basah untuk mendapatkan hasil dan rasa roti yang baik. Selain itu, Apabila Anda tidak dapat menggunakan ragi, Anda dapat menggunakan sayur yang di fermentasikan atau yogurt sebagai pengganti ragi.

  1. Uleni adonan dengan baik

Perhatikan adonan roti yang Anda buat. Uleni dengan baik sesuai dengan apa yang tangan Anda rasakan. Apabila dirasa adonan kurang lembut, uleni adonan sampai mendapatkan kelembutan yang diinginkan.

  1. Perhatikan suhu oven

Saat roti sedang dipanggang, perhatikan keadaan roti tersebut. Perhatikan warna roti jika warna telah berubah menjadi cokelat maka segera angkat. Jangan sampai roti tersebut terpanggang terlalu lama dan gosong.

 

Hand Mixer Vs Blender

Mungkin Anda pernah bingung untuk memilih alat mixer atau blender. Kurangnya pemahaman kegunaan dan perbedaan dari kedua alat tersebut membuat banyak orang salah dalam pemilihan dan penggunaan. Banyak orang mengira mixer dan blender memiliki kegunaan yang sama. Memang mixer dan blender memiliki beberapa kegunaan yang sama namun kedua alat tersebut juga memiliki kegunan dan fugsi yang berbeda. Perbedaan inilah yang perlu Anda ketahui sebelum menentukan alat apa yang dibutuhkan untuk melengkapi peralatan dapur Anda.

Perbedaan hand mixer dan immersion blender:

  • Blender biasanya digunakan untuk memproses sesuatu menjadi berbahan cair. Sebagai contoh, Anda dapat menggunakan hand blender Oxone untuk membuat jus atau membuat saus.
  • Mixer biasanya digunakan untuk mencampurkan berbagai bahan menjadi satu, namun kurang cocok apabila Anda hendak merubah bahan menjadi adonan cair. Mixer biasanya digunakan untuk adonan kue atau roti, sedangkan kurang cocok untuk menbuat jus atau saus.

Immersion blender maupun hand mixer memiliki ragam jenis dan ukuran. Namun, kedua alat ini sama-sama memiliki ukuran yang sesuai dengan satu genggaman. Ukuran ini memberikan kemudahan dalam penggunaan dan penyimpanan namun memiliki daya yang tidak terlalu kuat karena mesin yang digunakan kecil dan cukup ringan.

Sebagai contoh, dengan immersion blender Anda dapat dengan mudah menghaluskan soup dalam keadaan panas langsung di dalam panci daripada harus menuangkan soup tersebut ke blender terlebih dahulu. Immersion blender cocok digunakan untuk membuat saus, soup, salad dressing dan menghaluskan kacang-kacangan.

Sedangkan hand mixer dapat digunakan untuk mengocok telur langsung di mangkuk. Hand mixer cocok digunakan untuk membuat adonan pancake, cookies dan telur.

Hand mixer dan immersion blender memiliki beberapa kesamaan dalam penggunaan seperti mengocok telur. Anda dapat mengocok telur dengan hand mixer kemudian dilanjutkan dengan immersion blender. Immersion blender dapat membuat kocokan telur Anda lebih mengembang.

Lalu mengapa food processor berbeda dengan blender ataupun mixer?

Food processor memiliki kegunaan yang lebih beragam dibandingkan blender ataupun mixer, seperti menghaluskan bahan makanan dan mencampurkan berbagai bahan sekaligus. Selain itu food processor juga dapat digunakan untuk membuat keju menjadi irisan-irisan kecil atau mengiris sayur-sayuan.