Panduan Membeli Kitchen Scale

Kitchen scale merupakan salah satu alat pelengkap dapur yang cukup penting. Anda dapat menggunakan digital scale Oxone, atau kitchen scale lainnya untuk melakukan pengukuran bahan memasak dan mendapatkan angka yang akurat. Berikut sedikit bahasan mengenai kitchen scale

  1. Analog versus digital

Terdapat dua jenis kitchen scale yang dapat Anda pilih untuk penggunaan sehari-hari. Analog kitchen scale yang menggunakan jarum sebagai penunjuk angka dan digital scale yang menggunakan baterai sebagai sumber daya dan layar digital sebagai penunjuk angka.

  1. Kapasitas dan sensitifitas

Kapasitas kitchen scale yang ingin Anda gunakan harus disesuaikan dengan jumlah dan berat dari makanan yang akan ditimbang. Ada kitchen scale yang dapat mengukur berat yang amat ringan seperti rempah-rempahan, dan ada juga kitchen scale yang mampu digunakan untuk mengukur makanan yang lebih berat seperti daging atau masakan jadi.

  1. Peningkatan fitur

Digital scale biasa memiliki ragam fitur tambahan yang bermanfaat bagi pengguna. Seperti jenis pengukuran yang ingin digunakan, apakah Anda ingin menggunakan pengukuran ons, gram atau kilogram. Selain itu, terdapat fitur untuk mengukur berat makanan diluar berat container yang digunakan. Biasanya fitur ini digunakan dalam pembuatan kue. Terdapat pula fitur penyimpanan resep dan kalori yang terkandung pada makanan.

  1. Platform dan kontainer

Platform yang tersedia di pasaran pun sangat beragam. Akan lebih baik jika Anda memilih kitchen scale dengan ragam platform yang berbeda sehingga dapat digunakan untuk mengukur berbagai macam bahan makanan. Pastikan Anda juga memilih container yang sesuai dengan platform dan mudah dibersihkan

  1. Mudah untuk dibaca

Tidak seluruh jenis digital scale mudah untuk dibaca dan dimengerti. Ada juga digital scale yang memiliki penunjuk angka yang kecil sehingga cukup sulit untuk dibaca. Pastikan Anda mencoba digital scale yang mudah untuk dibaca dan dimengerti sebelum dibeli.

  1. Mudah untuk disimpan

Pastikan Anda memilih kitchen scale yang mudah untuk disimpan dan dibersihkan. Pilihlah kitchen scale yang sesuai dengan kegunaan dan tidak memakan ruang penyimpanan yang banyak.

Advertisements

Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Mengukus Sayuran

Banyak orang yang memilih pengkukusan sebagai salah satu cara untuk memasak. Selain mudah dilakukan, makanan yang dikukus pun lebih sehat karena terbebas dari lemak jahat. Hampir seluruh jenis makanan dapat Anda kukus, namun sayur-sayuran lah yang lebih sering dipilih dalam metode memasak ini. Bila Anda berkeinginan untuk mengukus masakan Anda, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah membeli peralatan kukus. Anda dapat membeli alat kukus di pasar atau swalayan terdekat atau juga dapat mebelinya secara online, seperti halnya brazier steamer Oxone yang sesuai dengan kebutuhan pengkukusan Anda. Namun terdapat beberapa hal lain yang perlu diperhatikan untuk menghasilkan pengkukusan yang sempurna, seperti berikut:

 

Hal yang harus diperhatikan dalam mengkukus sayuran

  • Potong sayuran menjadi ukuran yang sama agar dapat matang merata dan hindari pengkukusan yang terlalu lama.
  • Anda dapat mencampurkan berbagai macam sayur menjadi satu namun perlu diperhatikan proses pematangan setiap jenis. Rebus sayuran yang membutuhkan waktu lebih lama untuk matang terlebih dahulu baru kemudian ditambahkan dengan sayuran yang lebih cepat matang. Hal ini dilakukan untuk meghindari tingkat kematangan sayur yang berbeda.
  • Selain itu, sayuran yang membutuhkan waktu lebih lama untuk matang dapat Anda potong menjadi bagian yang cukup kecil agar lebih cepat matang.
  • Hindari pengkukusan yang terlalu lama agar sayuran tidak lembek.

 

Cara mengkukus makanan

  • Potong sayuran yang akan digunakan sesuai dengan yang diinginkan. Potongan yang lebih kecil akan lebih cepat matang daripada potongan yang besar.
  • Masukkan air ke dalam panci secukupnya untuk mengkukus makanan. Pastikan air yang digunakan cukup untuk mengkukus makanan sampai matang, jangan sampai kurang karena air bisa lama kelamaan akan berkurang.
  • Letakkan piringan kukusan ke dalam panci. Pastikan air tidak sampai mengenai dasar piringan kukusan.
  • Rebus air sampai mendidih dengan api besar dan masukkan sayuran ke dalam panci. Atur peletakan sayur agar semua matang merata.
  • Tutup panci saat sayur mulai dikukus dan kecilkan api menjadi api sedang.
  • Periksa kematangan sayur setelah beberapa menit. Apabila sayur terasa kurang matang dan belum mencapai tingkat kelembutan yang di inginkan, lanjutkan pengkukusan.
  • Sudahi pengkukusan apabila sayuran dirasa sudah matang. Matikan api saat sayuran masih sedikit terasa garing untuk menghindari sayuran yang terlalu lembek, karena sayuran akan semakin matang dengan sendirinya selama di dalam panci.

Hand Mixer Vs Blender

Mungkin Anda pernah bingung untuk memilih alat mixer atau blender. Kurangnya pemahaman kegunaan dan perbedaan dari kedua alat tersebut membuat banyak orang salah dalam pemilihan dan penggunaan. Banyak orang mengira mixer dan blender memiliki kegunaan yang sama. Memang mixer dan blender memiliki beberapa kegunaan yang sama namun kedua alat tersebut juga memiliki kegunan dan fugsi yang berbeda. Perbedaan inilah yang perlu Anda ketahui sebelum menentukan alat apa yang dibutuhkan untuk melengkapi peralatan dapur Anda.

Perbedaan hand mixer dan immersion blender:

  • Blender biasanya digunakan untuk memproses sesuatu menjadi berbahan cair. Sebagai contoh, Anda dapat menggunakan hand blender Oxone untuk membuat jus atau membuat saus.
  • Mixer biasanya digunakan untuk mencampurkan berbagai bahan menjadi satu, namun kurang cocok apabila Anda hendak merubah bahan menjadi adonan cair. Mixer biasanya digunakan untuk adonan kue atau roti, sedangkan kurang cocok untuk menbuat jus atau saus.

Immersion blender maupun hand mixer memiliki ragam jenis dan ukuran. Namun, kedua alat ini sama-sama memiliki ukuran yang sesuai dengan satu genggaman. Ukuran ini memberikan kemudahan dalam penggunaan dan penyimpanan namun memiliki daya yang tidak terlalu kuat karena mesin yang digunakan kecil dan cukup ringan.

Sebagai contoh, dengan immersion blender Anda dapat dengan mudah menghaluskan soup dalam keadaan panas langsung di dalam panci daripada harus menuangkan soup tersebut ke blender terlebih dahulu. Immersion blender cocok digunakan untuk membuat saus, soup, salad dressing dan menghaluskan kacang-kacangan.

Sedangkan hand mixer dapat digunakan untuk mengocok telur langsung di mangkuk. Hand mixer cocok digunakan untuk membuat adonan pancake, cookies dan telur.

Hand mixer dan immersion blender memiliki beberapa kesamaan dalam penggunaan seperti mengocok telur. Anda dapat mengocok telur dengan hand mixer kemudian dilanjutkan dengan immersion blender. Immersion blender dapat membuat kocokan telur Anda lebih mengembang.

Lalu mengapa food processor berbeda dengan blender ataupun mixer?

Food processor memiliki kegunaan yang lebih beragam dibandingkan blender ataupun mixer, seperti menghaluskan bahan makanan dan mencampurkan berbagai bahan sekaligus. Selain itu food processor juga dapat digunakan untuk membuat keju menjadi irisan-irisan kecil atau mengiris sayur-sayuan.

Tips Sushi Lezat Buatan Rumah

Bagi para penikmat sushi, Anda tak perlu menguras kocek tebal hanya untuk menikmati sepiring sushi, karena nyatanya Anda dapat membuat sendiri sushi yang enak di rumah seara mudah. Selain lebih murah, Anda dapat mengkreasikan bahan yang ingin digunakan. Namun, pastikan alat dan bahan yang digunakan berkualitas baik, karena sushi identik dengan penggunaan bahan-bahan mentah yang diolah secara khusus sehingga aman untuk dikonsumsi. Selain itu, bila Anda memiliki anggaran lebih, Anda dapat membeli mini burner untuk menghasilkan sushi yang lebih lezat. Sekarang Anda dapat menemukan mini burner di berbagai swalayan terdekat atau berbagai online shop, seperti salah satunya mini burner oxone yang sering kami gunakan. Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda ikuti untuk membuat sushi yang lezat.

Tips untuk membuat sushi yang sempurna

  • Siapkan air dan kain dalam proses pembuatan sushi.
  • Gunakan pisau yang tajam dan panjang untuk memotong sushi.
  • Gulung nori secepat mungkin setelah diisi.
  • Gunakan takaran nasi dan isi secara tepat. Jangan berlebihan dan jangan terlalu sedikit untuk menghindari hasil sushi yang berantakan.
  • Pilihlah daging atau bahan lain yang segar dan memang khusus digunakan untuk sushi.
  • Jauhi ikan mentah bagi ibu hamil.
  • Anda dapat menggunakan berbagai macam saus sebagai pelengkap sushi seperti soy saus, saus teriyaki, minyak wijen dan saus ponzu.

Bahan

  • Pastikan Anda membeli ikan atau bahan lain yang berkualitas baik yang dapat digunakan secara mentah untuk membuat sushi.
  • Jaga kelembaban tangan Anda saat berurusan dengan nasi jepang atau nasi tersebut akan lengket dan menempel di tangan. Basahi tangan dengan air apabila tangan sudah mulai terasa sedikit kering.
  • Jangan terus menerus mengumpal nasi, karena nasi jepang memerlukan suhu ruangan.
  • Iris alpukat secara melintang daripada potong kotak. Alpukat yang teriris melintang akan lebih mudah untuk digunakan pada sushi.

Peralatan yang dibutuhkan

  • Pisau yang tajam akan memudahkan Anda dalam pemotongan bahan-bahan untuk sushi.
  • Pastikan pisau selalu dalam keadaan basah apabila akan digunakan untuk memotong sushi agar sushi tidak berantakan.
  • Jangan sampai nori terkena air apabila Anda tidak ingin nori mengumpal saat digunakan.

Cara membuat maki

  • Apabila isi atau nasi yang digunakan untuk maki berantakan mungkin Anda menggunakan isi terlalu banyak. Hindari menggunakan nasi dan isi yang berlebihan.
  • Gunakan alat bantu tambahan untuk mempermudah pembuatan sushi.
  • Gunakan air untuk membasahi nori agar tetap menempel pada ujung sushi.

 

Semoga tips kami dapat membantu Anda. Selamat menikmati!