Sekilas Tips Mengenai Cara Menggunakan dan Merawat Air Cooler

Fungsi air Cooler sepintas terlihat mirip dengan Air conditioner, akan tetapi apabila diteliti lebih jauh air cooler tidaklah sama dengan air conditioner karena air cooler memproduksi udara dingin yang mengandung kadar air, sedangkan air conditioner menghasilkan udara dingin yang kering. Dan masih banyak lagi perbedaannya, hal ini bukan berarti Air conditioner lebih baik dari Air cooler dan sebaliknya, karena semuanya tergantung pada kebutuhan si pengguna. Apabila Anda sedang bingung dalam memilih produk pendingin ruangan yang cocok, kami sarankan Anda untuk mencarinya di toko peralatan rumah tangga terdekat, atau Anda dapat membelinya secara online dengan merek produk resmi, seperti brand Oxone. Namun, sebelum Anda membelinya, ada baiknya untuk membaca artikel di bawah ini terlebih dulu.

Apa itu Air cooler

Air cooler adalah sebuah alat pendingin ruangan yang menggunakan tangki air atau es batu untuk melembabkan udara. Konsumsi listrik yang diperlukan oleh Air cooler relative lebih kecil ketimbang Air conditioner, namun lebih besar ketimbang kipas atau fan biasa, maka banyak yang mengatakan bahwa air cooler adalah perpaduan antara fan dan air conditioner. Bila air conditioner memerlukan perawatan rutin yang cukup rumit, air cooler tergolong cukup mudah dibersihkan. Selain itu bentuknya pun lebih kecil dibanding air conditioner, sehingga mudah untuk dipindahkan.

Tips Menggunakan dan Merawat Air Cooler

  1. Letakkan Air cooler pada kamar dengan ukuran sedang

Dikarenakan watt nya yang tidak terlalu besar maka udara yang dingin tidak bisa mencapai hingga ke sudut ruangan yang terlalu besar, hal ini akan membuat Anda merasa hasil kerja Air cooler kurang optimal, sehingga disarankan untuk menempatkan Air Cooler pada ruangan dengan ukuran sedang agar hasil yang dirasakan optimal.

 

  1. Letakkan Air Cooler jauh dari barang logam, elektronik dan tubuh Anda

Karena Air cooler menghasilkan udara sejuk melalui air, sehingga kelembaban udara di sekitar Air cooler sangatlah tinggi, elektronik, logam, serta tubuh Anda disarankan jangan terlalu lama terpapar kelebaban yang tinggi. Hal ini karena kelembaban tinggi dapat membuat elektronik cepat rusak, selain itu walaupun tidak ada bukti bahwa air cooler dapat menyebabkan paru-paru basah, namun udara terlalu lembab yang langsung dipaparkan ke tubuh sebaiknya tidak dilakukan.

 

  1. Jangan digunakan di ruangan tertutup

Dikarenakan Air cooler menghasilkan kelembabapan yang tinggi, maka sebaiknya ruangan yang Anda gunakan memiliki ventilasi atau sirkulasi udara yang baik, hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya jamur yang tumbuh di dalam ruangan.

 

  1. Jangan biarkan Air Cooler beroperasi tanpa Air di dalam tangi

Air cooler dirancang bekerja dengan mengunakan air, sehingga bila Anda mengoperasikkannya tanpa air, maka itu sama saja dengan memperpendek umur air cooler Anda. Maka, kami menyarankan untuk membeli Air cooler yang menggunakan timer karena ini akan sangat membantu Anda untuk mematikannya secara otomatis ketika tangki air telah kosong, rata-rata tangki air penuh akan kosong setelah 2-5 jam pemakaian non-stop.

 

  1. Bersihkan Sebulan sekali

Anda akan menemukan sebuah filter pada bagian belakang Air cooler, filter ini biasanya akan berdebu, maka selalu bersihkan filternya secara berkala, minimal sebulan sekali. Selain itu tangki air juga perlu dibersihkan, untuk menghindari tangki berubah menjadi sarang nyamuk.

Semoga artikel kami dapat membantu Anda dan selamat mencoba!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s