Diet Sehat dengan Mengoptimalkan Penggunaan Microwave

Gaya hidup yang serba praktis membuat orang ingin segala hal selesai dalam waktu singkat, hal ini bahkan berdampak dalam hal memasak, tidak jarang kita lihat saat ini banyak orang lebih memilih membeli makanan cepat saji atau makanan beku dikarenakan keadaan mereka yang selalu diburu waktu. Kondisi ini membuat penggunaan microwave menjadi popular karena banyaknya masyarakat yang lebih suka memanaskan makanan beku ketimbang menghabiskan waktu untuk memasak.

Pada dasarnya, microwave memang dibuat untuk menghemat waktu memasak Anda, karena microwave dapat menghemat ¼ waktu dibandingkan dengan penggunaan kompor gas. Selain itu memasak menggunakan microwave dapat mempertahankan kadungan gizi dalam makanan Anda, terlebih lagi memanaskan makanan menggunakan microwave memungkinkan Anda untuk menghindari pengunaan minyak dalam memanaskan makanan, yang berarti memungkinkan Anda untuk hidup lebih sehat karena lebih rendah lemak, inilah mengapa microwave menjadi pilihan bagi mereka yang sedang ingin melalukan diet sehat. Terlebih lagi, penelitian yang dilakukan oleh Cornell University, AS, menunjukan bahwa bayam yang dimasak dengan microwave akan lebih terjaga kandungan asam folatnya, hal ini tentu sangat baik untuk ibu hamil.

Namun, semua kelebihan microwave yang telah disebutkan di atas hanya bisa didapatkan apabila Anda tahu cara menggunakan microwave yang baik dan benar, karena apabila penggunaannya tidak tepat Anda malah akan mendapatkan hasil yang sebaliknya.

  1. Bila Anda memasak/memanaskan makanan menggunakan wadah yang memiliki tutup, sebaiknya penutup makanan sedikit dibuka sebagai ventilasi uap panas.
  2. Untuk memasak makanan yang cukup tebal, potong makanan menjadi bagian kecil-kecil terlebih dahulu agar makanan matang merata secara cepat.
  3. Hindari makanan meletus atau muncrat dengan menusuk sedikit bagian pada makanan menggunakan tusuk gigi atau garpu, contohnya: sosis, telur, kentang.
  4. Bila memasak makanan seperti sup atau bubur, pastikan Anda sering mengaduknya agar panas makanan lebih merata.
  5. Pastikan wadah yang Anda masukan ke dalam microwave memiliki label microwave safe.
  6. Untuk makanan yang banyak mengandung cairan, gunakan posisi pemasakan high, contohnya: pudding, saus dan sup.
  7. Untuk melelehkan masakan, atur posisi pemanas pada menu low, contohnya bila ingin memanaskan mentega, cokelat, atau bahan pangan beku.
  8. Hindari pengunaan wadah logam pada microwave, cotohnya kaleng, karena logam dapat membuat kinerja microwave menjadi kurang optimal.

Nah, tertarik untuk hidup lebih bernutrisi dan sehat dengan menggunakan microwave? Segeralah beralih untuk menggunakan microwave dalam memasak, bila Anda belum memiliki microwave, Anda dapat membelinya di toko perabotan rumah tangga, Anda juga dapat membelinya di berbagai online shop, atau Anda dapat menggunakan salah satu merk microwave rekomendasi kami yaitu  Oxone microwave.

Advertisements

Cara Memilih Berbagai Macam Jenis Pisau Dapur

Umumnya, kita hanya mengenal satu jenis pisau dapur, akan tetapi seiring dengan berkembangnya zaman, maka jenis-jenis pisau dapur pun semakin beragam. Hal ini tentu sangat membantu mempermudah pekerjaan dapur Anda.

Oleh karena itu, temukan pisau-pisau terbaik Anda dengan mengunjungi toko peralatan dapur terdekat atau Anda dapat menggunakan produk berlisensi, Oxone, peralatan dapur rekomendasi para professional, Australia dan Indonesia MasterChef.

Namun, bagi Anda yang belum mengenal beragam jenis pisau dapur dan ingin menambah wawasan Anda tentang jenis-jenisnya, Anda dapat membaca artikel kami berikut ini:

  1. Pisau Pengupas/Paring Knife

Pisau pengupas memiliki mata pisau yang pendek (berkisar antara 5-10 cm) dan pada umumnya digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan yang ringan, seperti mengupas dan mengiris bawang, buah-buah, dan sayur berukuran kecil.

  1. Pisau Serbaguna/Chef’s knife/Utility knife

Pisau serbaguna adalah pisau dengan ukuran sedang, yang dapat melakukan berbagai macam potongan. Jenis pisau ini memiliki serangkaian mata pisau dalam satu batang pisau, ukuran mata pisau umumnya 10 cm hingga 20 cm, mata pisaunya pun lebih besar dan lebar dibanding pisau pengupas. Pisau ini dapat digunakan untuk berbagai macam hal, seperti memotong buah, sayur, daging, dan ikan.

  1. Pisau Pemisah Tulang/Boning Knife

Pisau pemisah tulang berfungsi untuk memisahkan daging dari tulang karena pisau ini secara khusus di desain secara khusus untuk dapat memilah dan melepaskan tulang-tulang.

  1. Pisau Pemisah Duri/Fillet Knife

Jenis pisau ini sedikit berbeda dengan pisau pemisah tulang, karena pisau ini pada umunya dibuat lebih panjang, lebih runcing, ramping dan lentur ketimbang pisau pemisah tulang. Kegunaan pisau ini untuk membuang tulang-tulang atau duri-duri yang halus pada ikan.

  1. Pisau Cincang/Cleaver Knife

Sesuai dengan namanya pisau ini sangat cocok Anda gunakan untuk mencincang daging maupun tulang  karena ukurannya yang berat dan lebar. Namun, bukan berarti Anda tidak dapat menggunakan pisau ini untuk mengiris, karena pisau ini juga dapat Anda gunakan untuk membuat irisan yang tebal. Pisau ini adalah pisau yang paling lebar dan berat diantara jenis pisau lainnya.

  1. Pisau Roti

Memotong roti mungkin hal yang nampaknya sederhana, namun bila Anda ingin mendapatkan hasil yang baik, Anda mungkin membutuhkan pisau roti, karena pisau ini sangat tepat untuk memotong hal-hal yang halus dan lembut, salah satunya adalah roti.

Apakah Anda sekarang sudah dapat menentukan pisau mana yang tepat dengan kebutuhan Anda? Atau Anda berencana untuk memiliki serangkain pisau di atas? Tentukan segera dan ciptakan masakan-masakan istimewa menggunakan pisau pilihan Anda.